Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Bulan Ramadhan

aflahsentosa.com - Hikmah Bulan Ramadhan. Pada tahun 2022 M atau 1443 H untuk pemerintah Indonesia melalui kementerian agama menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1443 H / 2022 M dengan hasil sidang isbat diputuskan bahwa awal Ramadhan 2022 jatuh pada hari Ahad 3 April 2022. Meskipun pemerintah, memutuskan melalui sidang isbat awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad, tanggal 3 April 2022, sudah ada ormas islam lainnya yang sudah mulai berpuasa bulan Ramadhan 1443 H pada hari Sabtu, tanggal 2 April 2022. Dari Luqman Abdul Jalal Ketua Komis Kajian dan Bayan DED PKS Jaktim yang dibagikan melalu group WA, kita bisa memetik hikmah dari datangnya Bulan Ramadhan, diantaranya adalah sebagi berikut :

Hikmah Bulan Ramadhan

Menjadi Wali Allah

Diantara hamba beriman yang dipanggil Allah adalah para wali yang dekat dengan-Nya. Mereka dari golongan hamba biasa, namun karena amalan yang luar biasa, menjadikannya hamba pilihan Allah. Selama ini kita salah persepsi, bahwa para wali Allah adalah hamba pilihan pada generasi terdahulu saja. Namun ternyata mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah dari berbagai generasi hingga akhir jaman. Akan senantiasa muncul para wali Allah yang Allah ridhai dan menolongnya. Allah mendeklarasikan perang bagi yang memusuhi para wali Allah ini.

Siapa gerangan yang mendapatkan keistimewaan sedemikian rupa ini?. Apakah di antara kita mendapatkan predikat ini?. Ternyata mungkin, kita sangat memungkinkan menjadi para wali Allah ini, ternyata syaratnya hanya dua:

Pertama
Mendekatkan diri kepada Sang Maha Dekat dengan menunikan amalan yang diwajibkan. Prioritas utamanya adalah yang fardhu, tidak terbalik, getol melaksankaan yang sunah tetapi yang wajib justru luput. Rajin shalat tarawih berjamaah tetapi shalat wajib lima waktunya sering bolong dan terlewat. Wali Allah sangat ketat menjaga yang wajib, shalat wajib, puasa wajib, zakat wajib, nafkah wajib, dan semua amalan yang diwajibkan syariat agama Islam.

Kedua
Berlomba lomba meniti jejak langkah Nabi dengan mengamalkan yang sunah. Para wali Allah tidak mencukupkan diri dengan amalan wajib, tetapi sangat tamak menunaikan setiap jejak langkah sosok panutan terbaik yaitu baginda Nabi Muhammad SAW. Amalan sunah ini baginya sebagai ibadah nafilah (ibadah tambahan), untuk menyempurkan amalan wajib yang kurang dan tidak sempurna. Menghiasi detik-detik malamnya dengan bermunajat kepada Sang Maha Dekat sebagai ibadah tambahan dengan berharap penuh Allah menempatkannya di kedudukan yang mulia. Para wali Allah yang diberi petunjuk menunaikan kedua amalan ini akan mendapatkan kecintaan Allah. Apabila Allah telah mencintainya, maka ia akan mendapatkan pertolongan dan bimbingan-Nya.

Setiap ucapan dan gerak geriknya akan terjaga, yang ia ucapkan, perbuat, fikirkan, bahkan setiap langkah dan sentuhannya hakikatnya Allah selalau membersamainya.
"Aku menjadi pendengarannya setiap kali ia mendengar, Aku menjadi penglihatannya setiap kali ia melihat, Aku menjadi tangannya setiap kali ia menyentuh, dan Aku menjadi kakinya setiap ia melangkah."

Artinya setiap gerak gerik fisik dan fikirannya selalu bersama Allah. Inilah kriteria dan sifat hamba pilihan Allah, Allah mendeklarasikan perang terhadap setiap yang memusuhinya. Jika ia meminta kapada Allah, Allah pasti kabulkan, dan jika ia berlindung kepadanya, pasti di lindungi.

Makna Ya ayyuhalladzina amanu

Allah memanggil hamba-Nya yang beriman dengan harfu nida "ya ayyuhalladzina amanu" wahai orang-orang yang beriman memiliki tiga arti tersirat:

Pertama
Annida alqorib, panggilan dekat yaitu hamba hamba Allah yang dekat dengan-Nya. Para nabi dan Rasul yang memiliki kedudukan yang dekat dengan Sang Maha Dekat. Mereka hamba hamba yang memiliki hubungan intim dengan Allah, ibadahnya sangat intensif, berbeda dengan manusia biasa. Hatinya selalu terhubung dengan sang Pencipta, tidak pernah tertidur walaupun matanya terpejam. Berdirinya dalam shalat malam tidak bisa diukur dengan ukuran manusia biasa, berjam jam munajat mengahadap Allah Sang Maha Kuasa.

Kedua
Annida almutawassit panggilan menengah, yaitu untuk para hamba shalih yang berusaha mendekat kepadanya dan Allah dekat dengan mereka. Meraka adalah para wali-Nya yang senantiasa mendekat kepada-Nya dengan berbagai amalan wajib dan berlomba menyempurkan dengan yang sunnah sehingga Allah mencintainya. Dan ketika Allah telah mencintainya, setiap pendengaran, pandangan, sentuhan, bahkan langkahnya selalu dibimbing Sang Maha Dekat.

Ketiga
Annida alba'id , panggilan jauh, yaitu para hamba biasa yang di dalam hatinya terdapat iman walau sebiji sawi. Mereka hamba yang walaupun masih terkadang bermaksiat tetapi iman dalam hati mereka menggerakkan anggota tubuhnya untuk selalu mendekat kepada-Nya. Mendengarkan panggilan iman, berucap dzikir mengingat Tuhannya, mengerakkan tangan dan langkahnya untuk menunaikan kewajiban dab meraih berbagai kebaikan. Meraka adalah hamba hamba yang juga merindukan kedekatan dengan Sang Maha Dekat.

Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, khususnya pada bulan penuh ampunan dan rahmat Allah ini, dan semoga Allah menganugerahkan kedekatan dan amalan ini kepada kita semua, amin ya Robbal alamin

Post a Comment for "Hikmah Bulan Ramadhan"